MOYOT – Dalam rangka memperkuat standar mutu perkuliahan dan sinkronisasi kurikulum, Institut Studi Islam Sunan Doe menyelenggarakan Workshop Kurikulum & Pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 12 Februari 2025, bertempat di kampus Institut Studi Islam Sunan Doe, Moyot.
Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan dan staf pengajar untuk merumuskan strategi instruksional yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman. Workshop ini menghadirkan dua pakar sebagai narasumber utama, yaitu Renda Suri Pratimi, M.Pd. (Pemateri 1) dan Urwatil Wutsqo Amry, M.Pd. (Pemateri 2), yang memberikan panduan teknis mengenai penyusunan instrumen pembelajaran yang komprehensif.
Rektor Institut Studi Islam Sunan Doe, Bayu Islam Assasaki, S.S., M.Hum., menegaskan bahwa pengembangan RPS bukan sekadar administrasi rutin, melainkan jantung dari proses transformasi ilmu pengetahuan di kelas. Diskusi yang berlangsung interaktif ini menekankan pada pemutakhiran metode ajar agar lebih berpusat pada mahasiswa serta adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan nilai-nilai keislaman.
Melalui workshop ini, institusi berharap setiap dosen dapat menyusun rencana pembelajaran yang terukur, sehingga capaian pembelajaran lulusan (CPL) dapat terpenuhi secara maksimal (Pratimi & Amry, 2025). Dengan adanya standarisasi RPS yang kuat, Institut Studi Islam Sunan Doe optimis dapat terus meningkatkan akreditasi serta kualitas output akademik di masa mendatang.